SURABAYA – Kesehatan pencernaan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam menjaga kebugaran tubuh.
Tak hanya berkaitan dengan proses pengolahan makanan, kondisi saluran pencernaan juga berhubungan dengan keseimbangan hormon dan fungsi tubuh lainnya.
Mengangkat isu tersebut, Yayasan Amway Peduli berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Universitas Airlangga (Unair) menggelar edukasi kesehatan di Kampus B Unair, Surabaya, Jumat (23/10/2026).
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan saluran pencernaan atau gut health, menerapkan pola makan seimbang, serta membangun kebiasaan hidup sehat dalam keseharian.
Ketua Yayasan Amway Peduli, Riana Nur Wulan, mengatakan edukasi kesehatan masyarakat menjadi bagian dari komitmen yayasan yang berdiri sejak 2000. Program tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Menurut Riana, pendekatan kolaboratif menjadi salah satu strategi dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Kerja sama dengan perguruan tinggi, organisasi kesehatan, pemerintah, dan komunitas diharapkan mampu menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
“Dampak program CSR ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat di bidang kesehatan dan kesejahteraan, meliputi edukasi gut health, gizi, pola hidup sehat, serta aksi kepedulian sosial. Kegiatan semacam ini akan sering kami lakukan dan semoga bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujar Riana.
Dalam sesi edukasi, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn), dr. Dendy Dwi Kurnia Putra, SpOG, M.Ked.Klin, menjelaskan bahwa kesehatan tubuh tidak semata-mata ditentukan oleh angka berat badan.
Menurutnya, kondisi tubuh yang sehat perlu didukung kebiasaan yang seimbang, mulai dari pemilihan makanan, aktivitas fisik secara teratur, hingga waktu istirahat yang memadai.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menerapkan diet secara berlebihan demi mencapai berat badan tertentu. Pengaturan pola makan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, bukan dengan menghilangkan seluruh jenis makanan.
“Diet yang tepat bukan berarti memangkas atau menghilangkan seluruh jenis makanan, melainkan mengatur porsi dan memilih asupan yang lebih sehat,” kata dr. Dendy.
Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bahwa menjaga kesehatan membutuhkan konsistensi dan pendekatan menyeluruh. Selain memperhatikan asupan nutrisi, masyarakat juga perlu membangun rutinitas yang mendukung fungsi tubuh secara optimal.
Kolaborasi Yayasan Amway Peduli, PMI, dan Unair ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai kesehatan dan kesejahteraan. Edukasi gizi, kesehatan pencernaan, dan pola hidup sehat diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap kesehatan lingkungan sosial.
Editor : Redaksi