Viral, Kreator Konten Mengaku Ditawari Rp80 Juta untuk Bungkam Soal Isu Karhutla

avatar rizzmedia.id
Rahmat Hidayat pemilik akun instagram alehhh22. Foto: Tangkapan layar video @alehhh22
Rahmat Hidayat pemilik akun instagram alehhh22. Foto: Tangkapan layar video @alehhh22

SURABAYA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperluas status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas menyusul lonjakan signifikan jumlah titik panas (hotspot) dalam tiga hari terakhir.

Langkah antisipasi ini diambil guna mempercepat pengerahan helikopter water bombing ke lokasi-lokasi yang dinilai rawan meluas.

Namun, di tengah upaya penanggulangan bencana tersebut, publik dihebohkan oleh pengakuan seorang kreator konten asal Indonesia, Rahmat Hidayat.

Melalui akun Instagram pribadinya alehhh22, Rahmat mengunggah video yang mengklaim bahwa dirinya ditawari sejumlah uang untuk tidak membahas isu karhutla yang tengah menjadi perhatian domestik maupun internasional.

Dalam video yang diunggah pada Jumat (16/10/2026) tersebut, pemilik akun dengan 1,7 juta pengikut ini meluapkan kekecewaannya setelah menerima pesan tawaran kerja sama (endorsement) bermuatan politis tersebut.

"Kacau, kacau. Aku baru dapat tawaran kerja sama malam ini di chat, mengenai untuk tidak membahas isu bencana karhutla," ujar Rahmat dalam unggahannya.

Rahmat mengungkapkan, nilai penawaran yang diberikan tergolong fantastis, yakni sebesar Rp80 juta untuk satu kali unggahan video format Instagram Reels berdurasi 60 detik. Dalam pesan digital yang diterimanya, konten tersebut dijadwalkan untuk tayang pada 20 Oktober 2026 mendatang.

Kendati demikian, tidak disebutkan secara jelas identitas maupun pihak di balik pengirim pesan tersebut.

"Negara sakit, negara sakit. Ini siapa ini?" tambah Rahmat mempertanyakan aktor di balik tawaran tersebut.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa upaya pembungkaman isu lingkungan seperti ini merupakan tindakan yang berbahaya dan mencederai kepercayaan publik terhadap pengelolaan uang negara.

"Hei, bahaya dong, berbahaya sekali Anda. Siapa yang menyuruh ini? Berarti selama ini rakyat bayar pajak uangnya tidak jelas dikemanakan? Rakyat bayar pajak uangnya untuk membayar yang seperti ini?" tegasnya di akhir video.

Unggahan tersebut langsung memicu reaksi keras dari warganet. Hingga berita ini diturunkan, video tersebut telah dibanjiri ratusan komentar. Salah satu tanggapan datang dari akun roby.affandi yang menyuarakan kecurigaannya terhadap penggunaan anggaran publik.

"Berarti benar, ada anggaran yang dialokasikan untuk buzzer di pemerintahan," tulisnya di kolom komentar.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan ataupun klarifikasi resmi dari pihak kementerian terkait maupun institusi penegak hukum mengenai kebenaran isi pesan yang diterima oleh kreator konten tersebut.

Berita Terbaru